Cara Memilih Hosting Yang Tepat Untuk Website

Cara Memilih Hosting Yang Tepat Untuk Website 71

Cara Memilih Hosting Yang Tepat Untuk Website

Ketika kita hendak membangun sebuah website ada beberapa hal yang harus dipikirkan.

Tentu saja terlintas di benak kita bahwa harus memilih hosting sebagai tempat menyimpan seluruh data kita.

Banyak jasa penyedia hosting di era modern ini seiring perkembangan internet.

Namun dari sekian banyak penyedia hosting, hosting mana sih yang kita harus pilih?

Untuk itu ada beberapa cara memilih hosting yang tepat untuk website kita, yaitu:

1. Menentukan Secara Pasti Tujuan Pembuatan Website.

Langkah pertama adalah memastikan jenis website apa yang akan kita bangun.

Apakah sekedar blog, forum, online shop, social media, atau yang lainnya.

Karena berbeda jenis tipe website membutuhkan pula jenis daya hosting yang berbeda.

Ada yang hanya perlu shared hosting saja, ada juga yang mungkin perlu daya yang lebih besar seperti VPS.

 

2. Menentukan Budget yang Tersedia.

Setelah kita sudah memastikan jenis tipe website yang akan kita bangun, yang harus dipertimbangkan berikutnya adalah masalah budget atau keuangan.

Tentu masalah keuangan menjadi salah satu hal terpenting yang harus dipertimbangkan.

Kita harus memastikan dahulu berapa anggaran yang bisa kita keluarkan setiap tahunnya untuk biaya hosting dan domain.

Meskipun ada beberapa penyedia jasa hosting memberikan top level domain secara cuma-cuma.

Banyak paket yang tersedia dari jasa penyedia hosting sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jangan sampai kita melupakan hal ini karena terlalu terburu-buru ingin segera membangun website ya guys!

Bisa bisa kita kewalahan dalam masalah anggaran ini kedepannya.

 

3. Memilih dan Memilah Jasa Penyedia Hosting.

Nah akhirnya kita sampai pada bagian terpenting dari artikel ini, yaitu cara memilih hosting yang tepat untuk website kita nih!

Ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu:

A. Kredibilitas Jasa Penyedia Hosting.

Kredibilitas suatu penyedia jasa hosting menjadi sangat penting, karena ini akan menentukan nasib website kita kedepannya.

Jangan sampai salah memilih penyedia hosting yang abal abal.

Karena pasti tidak tanggung jawab ketika terjadi permasalahan teknis selama kita menyewa jasa mereka.

Lakukan research atau pencarian dulu tentang kualitas hosting yang sudah kita incar.

Kita bisa manfaatkan mbah google untuk membaca review-review tentang hosting yang kita incar.

B. Tipe Hosting Shared vs Cloud vs VPS vs Dedicated.

Terdapat perbedaan antara shared, cloud,VPS, Dedicated Server.

Tergantung kebutuhan kita dalam membangun sebuah website.

Mari kita pelajari satu per satu.

a. Shared Hosting.

Shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan oleh banyak pengguna secara bersama-sama.

Ibaratnya adalah seperti kalian berada di sekolah atau kampus kemudian pakai Wi-Fi secara bersamaan.

Meski terlihat mengerikan ya dikeroyok gitu apa ga collapse nanti?

Tenang saja karena selama ini Admin juga masih menggunakan shared hosting kok.

Ada beberapa keuntungan menggunakan shared hosting, yaitu:

  • Harga relatif murah terjangkau
  • Segala keamanan, pembaharuan sistem, dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia hosting.

Adapun kekurangan menggunakan shared hosting, yaitu:

  • Karena banyak pengguna server dalam waktu bersamaan, kadang situs akan terasa lambat.
  • Pembatasan dalam penggunaan sumber daya.

b. Cloud Hosting.

Berbeda dengan shared hosting, cloud hosting memiliki sumber daya yang berasal dari beberapa server fisik yang berjalan bersamaan.

Biasanya hal ini disebut dengan cluster.

Ada beberapa keuntungan menggunakan cloud hosting, yaitu:

  • Sumber daya yang lebih banyak, sesuai yang dibutuhkan.
  • Menggunakan beberapa server, jadi ketika terjadi masalah pada salah satu server tidak menyebabkan situs down.
  • Lebih murah daripada VPS namun powerfull.
  • Semua di manage oleh penyedia layanan hosting.

Ada beberapa kekurangan menggunakan shared hosting, yaitu:

  • Lebih mahal daripada shared hosting.

c. VPS.

VPS atau singkatan dari Virtual Private Server merupakan tipe webhost yang sumber daya berasal dari satu server fisik.

Dimana kemudian akan dibagi-bagi kembali menjadi beberapa server virtual kecil yang berjalan seperti dedicated server.

Ada beberapa keuntungan menggunakan VPS, yaitu:

  • Mendapatkan akses root.
  • Konfigurasi keamanan dikelola oleh pengguna secara penuh.
  • Dapat mengembangkan kapasitas VPS jika diperlukan.

Ada beberapa kekurangan menggunakan VPS, yaitu:

  • Memerlukan pengetahuan lebih mengenai linux dan server.
  • Tentu biaya lebih mahal daripada cloud dan shared hosting.

d. Dedicated Server.

Dedicated server adalah satu server utuh yang disewakan oleh penyedia jasa hosting kepada kita.

Artinya satu server utama hanya untuk kita sendiri tidak dibagi sedikitpun kepada pengguna lain.

Ada beberapa keuntungan menggunakan Dedicated Server, yaitu:

  • Stabilitas terjamin, karena tidak dibagi dengan pengguna lain.
  • Segala pengelolaan ada di tangan kita sepenuhnya.
  • Sangat mudah mengembangkan server sesuai kebutuhan.

Ada beberapa kekurangan menggunakan Dedicated Server, yaitu:

  • Harus mahir dalam pengetahuan server, jika masih newbie pasti akan menemukan kendala serius.
  • Biaya yang sangat mahal untuk dedicated server.
C. Fitur dalam server

Berikutnya yang perlu kita perhatikan adalah fitur-fitur yang tersedia dalam server itu sendiri.

Setiap penyedia jasa hosting memberikan fasilitas yang berbeda satu sama lain.

Beberapa fitur yang perlu di check adalah:

1. SSD vs HDD

Server memiliki tempat penyimpanan layaknya komputer kita.

Kita harus memilih server yang menggunakan SSD sebagai tempat penyimpanannya.

Karena SSD lebih cepat daripada HDD.

2. Kapasitas Penyimpanan

Kapasitas penyimpanan sangatlah penting.

Karena nantinya kita akan menyimpan segala kebutuhan file disana.

Apabila terlalu kecil tentu akan menjadi masalah kedepannya.

Namun rata-rata penyedia hosting memberikan unlimited data storage untuk saat ini.

Jadi tidak perlu khawatir.

3. Bandwith Limit

Mungkin ketika awal pembangunan website kita tidak akan menemukan kendala.

Karena jumlah visitor masih sedikit dan server masih bisa mengatasinya.

Namun kendala akan muncul ketika sudah mulai banyak apalagi sampai ratusan ribu.

Wah tentunya akan menjadi masalah apabila kita tidak melihat bandwith limit yang diberikan.

Pastikan bandwith limit di hosting yang kita pilih unlimited ya!

4. Inodes

Terlihat sepele dan terlupakan.

Inodes adalah jumlah file yang bisa kita simpan dalam suatu webhost.

Setiap server memiliki jumlah inodes berbeda, ada yang menyediakan sampai 1 juta inodes.

Ada juga yang hanya menyediakan 100 ribu inodes saja.

Sebagai gambaran bahwa apabila kita memiliki 1 folder dan 100 file didalamnya maka akan terhitung sebagai 101 inodes tergunakan.

Jadi bukan hanya file saja yang dihitung namun folder juga dihitung sebagai satu inodes dalam server.

5. RAM

RAM merupakan memory dimana server bisa menghandle program yang berjalan.

Tentunya semakin besar ram semakin ringan website kita.

Apabila RAM overload maka akan mengakibatkan situs kita down.

6. MySQL Databases

Ini tidak kalah penting dan krusial.

Karena setiap website memiliki kebutuhan berbeda dalam penggunaan MySQL database.

Pastikan MySQL yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan website kita.

Namun biasanya jasa penyedia hosting memberikan unlimited MySQL database jadi tidak perlu khawatir.

7. I/O Usages

I/O menunjukan kecepatan membaca dan menulis suatu penyimpanan.

Semakin besar I/O maka akan semakin cepat dan baik.

8. Manage PHP Version

Manage PHP version memberikan kita keleluasaan untuk memilih jenis PHP yang dibutuhkan.

Rata-rata penyedia jasa hosting pasti memberikan keleluasaan kita untuk memilih PHP.

Namun hanya ada beberapa penyedia hosting yang memberikan fasilitas Multiple Manage PHP Version.

Dimana dengan fitur ini kita dapat menentukan jenis PHP yang berbeda untuk setiap domain dan subdomain yang kita gunakan.

9. Cpanel Vs Plesk

Ada dua jenis control panel yang populer saat ini.

Ada CPanel ada juga Plesk.

Namun rata-rata yang mudah digunakan adalah Cpanel dan selalu digunakan oleh penyedia hosting.

10. Backup Feature

Tidak kalah penting lainnya adalah fitur backup.

Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan fitur ini.

Ada suatu masa dimana server kita collapse atau terjadi kesalahan pada sistem ataupun ingin pindah hosting.

Dengan memastikan fitur ini tersedia maka kita akan tenang apabila kedepan terjadi kendala serius yang menyebabkan situs kita down total.

Pastinya kita tidak mau situs yang sudah kita bangun sedemikan rupa hilang begitu saja karena tidak ada backup ya kan?

 

Ya mungkin sekian saja dari Admin untuk kesempatan kali ini dalam Cara Memilih Hosting Yang Tepat Untuk Website.

Semoga bermanfaat.

Apabila ada kritik dan saran jangan sungkan untuk menyisipkannya dalam kolom komentar ya 😀

0 0 vote
Article Rating

Author: Admin

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments